Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalam Dekapan Ukhuwah



Dalam Dekapan Ukhuwah
“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal…” (QS Yusuf ayat 111).
Satu hal yang sekarang ini menjadi barang langka adalah ukhuwah. Apa itu ukhuwah? Ukhuwah adalah persaudaraan. Persaudaraan dalam keimanan. Apakah bisa dipastikan jika iman baik maka ukhuwah baik? Untuk menjawabnya mari kita diskusikan bersama-sama.
Sebelum pertanyaan diatas kita jawab, mari kita tengok dulu bagaimana kondisi umat islam indonesia saat ini. Jika kita ditanya, berapa jumlah masyarakat muslim di indonesia? Dengan optimis kita pasti akan menjawab jumlahnya diatas 80%. Namun pada kenyataannya, apakah semua muslim itu merasa bersaudara? apakah kasih sayang diantara mereka telah terbukti? kenapa masih ada saja tawuran disana sini kejahatan tiada henti? Saling makan saudara sendiri? Bahkan rela membunuh saudaranya sendiri. Apakah ini islam? Jika memang islam saya yakin  tidak akan seperti itu.
Islam adalah agama perdamaian. Buktinya Rasulllah SAW tidak memerintahkan perang kecuali setelah ada diplomasi dan pengiriman surat untuk objek dakwah. Bukti lain, Rasulullah sangat sayang bahkan kepada non muslim. Sebagaimana dalam kisah Rasulullah SAW yang biasa menyuapi makanan kepada orang yahudi yang sudah tua renta di pojok pasar setiap pagi. Rasulullah dengan sabar manyuapi sekalipun kakek tua itu mencela Rasulllah SAW.
Contoh lain dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda : 'Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu didepannya. Orang yang di samping Rasulullah tadi berkata : `Aku mencintai dia, ya Rasulullah`. Lalu Nabi menjawab : `Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?` Orang tersebut menjawab : `Belum`. Kemudian Rasulullah bersabda:`Beritahukan kepadanya`. Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata ;`Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah`. Kemudian orang yang dicintai itu menjawab :`Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya."
Islam adalah agama kasih sayang. Bukankah setiap muslim adalah saudara? Lalu dimana letak persaudaraan itu? Fenomena, Gara-gara qunut mereka saling membenci. Gara-gara pujian mereka saling memojokkan. Gara-gara tahlilan mereka saling menunjukkan kebencian. Kalok seperti ini terus, dimana ukhuwah itu? Dimana islam yang penuh dengan kasih sayang?
Inilah sahabat, yang kini harus menjadi fokus kita bersama. Bagaimana islam benar-benar menjadi agama yang penuh kasih sayang. Tidak ada caci maki antar pemeluknya. Tidak ada pembantaian antar sesama orang beriman. Sesungguhnya kita harus malu dengan orang-orang non islam yang begitu besar rasa kasih sayangnya. Lalu kenapa kasih sayang tidak kunjung lahir dalam diri ummat ini? Inilah masalah yang urgen dalam agama islam kita. Maka tak salah jika indoneisa ini tak kunjung adil dan sejahtera meskipun 80% penduduknya adalah islam.
Ada sebuah kisah menarik tentang hal ini. suatu ketika ada seorang dosen masuk kedalam kelas sambil membawa ember dan kantong plastik berisi. Ember itu ditaruh didepan kelas. Kemudian sang dosen mengeluarkan batu dari kantong dan memasukkannya kedalam ember hingga ember berisi penuh dengan batu.
Sang dosen kemudian bertanya kepada mahasiswanya. “apakah ember ini sudah penuh?”. “sepertinya sudah” jawab mahasiswa. Kemudian sang dosen pun mengambil sesuatu dari kantong plastiknya. Kali ini sang dosen mengeluarkan batu kerikil. Dimasukkanlah batu kerikil itu kedalam ember. Kemudian sang dosen bertanya “apakah sudah penuh?”. Mahasiswa menjawab “mungkin belum”. Kemudian dimasukkanlah batu pasir kedalam ember itu. Dosenpun kembali bertanya “apakah sudah penuh?”. Mahasiswapun menjawab “mungkin belum”. Sang dosen kemudian mengambil botol dan dimasukkanlah air kedalam ember sampai penuh.
Sahabat, perumpamaan batu batu besar itu adalah masalah-masalah pokok dalam ummat ini dan kerikil, pasir dan air sebagai masalah-masalah kecil dalam tubuh ummat ini. Apa yang terjadi jikalau ummat ini terus bersikeras menyibukkan diri mengisi pikiran-pikiran mereka dengan hal-hal yang remeh temeh? Pasti jawabnya adalah semakin bobroknya negara ini. Namun jika kita mampu menyelesaikan masalah-masalah besar terlebih dahulu, pasti masalah kecil itu akan dapat terselesaikan denga baik.
Ukhuwah adalah masalah besar. Jika kita terus berdebat maka kapan ukhuwah dapat terwujud? Padahal waktu ini terus berjalan dan orang-orang non-islam terus bekerja untuk memecah belah islam.
Sahabat, masih ingatkah antum dengan kisah penjajahan di indonesia? Salah satu taktik mereka adalah dengan propaganda. Melakukan rekayasa sosal untuk memecah belah bangsa indonesia. Tanpa disuruh untuk berpecah belah mereka dengan senang hati saling membunuh. Itulah sekarang yang harus mulai kita sadari. Kesatuan ummat ini adalah hal terbesar dalam tubuh ummat.
Sampai kapan kita akan terus saling menjatuhkan? Sudah saatnya kita sadar bahwa ukhuwah islamiah harus segera kita tegakkan. Hilangkan segala keburuksangkaaan. Kenapa harus bertengkar? Bukankah landasan kita sama? Al-Qur’an, Al-Hadits dan Sunnah-sunnah Rasuullah SAW. Jika demikian maka sudah selayaknya ukhuwah ini lahir dan hadir dalam setiap individu muslim di dunia ini. jika kita mampu menghadirkannya, insyaallah dengan izin ALLAH SWT keadilan dan kesejahteraan ummat dapat terwujud.
Jika kita tengok ke belakang, bukankah tanda ukhuwah bagi seorang muslim itu adalah mudahnya mengakses harta milik saudaranya sendiri?. Dalam kisah hijrah ukhuwah terlihat begitu nyata. Dimana Abdurahman Bin Auf mendapatkan tawaran setengah harta dari seorang Anshor. Harta? Sekarang, sudahkah kita ringan tangan dengan harta kita? Semoga ALLAH SWT memberikan kemudahan kepada kita untuk ringan tangan membantu saudara kita.
Dalam dekapan ukhuwah inilah sebenarnya islam membentuk pribadinya. Mereka bersatu dibawh ketauhidan. Tidak ada yang mereka takuti dan ikuti kecuali hukum ALLAH SWT. Hukum ALLAH SWT yang sudah pasti sesuai dengan manusia.
Dalam ukhuwah setiap orang mampu bersatu. Dengan tujuan sama dan semangat membara dalam jiwa. Laillahaa illallah. Tiada tuhan selain ALLAH SWT.
Di KAMMI kucoba hadirkan semangat ukhuwah ini. semangat untuk bekerjasama melakukan perbikan baik untuk diri sendiri maupun untuk oranglain. Ukhuwah persahabatan inilah yang membuat kesan indah dalam berdakwah. Kesan menyenangkan untuk mewujudkn cita-cita bersama.
Dalam dekapan ukhuwah kita bersama
Saling mengingatkan
Saling mendo’akan
Merajut kisah dalam semesta cintaNya
Dalam dekapan ukhuwah kita berdakwah
Mengajak pada kebahagiaan
Ikhlas berjuang mengharap ridhoNya
Mengeja harapan
Merajut impian
Semoga bersatu di surgaNya
Aamiin...

Posting Komentar untuk "Dalam Dekapan Ukhuwah"